10 Ciri Istri yang Menyebalkan:

  1. Sering ngambek
  2. Banyak tuntutan
  3. Selalu ngeluh
  4. Selalu ngomel
  5. Selalu curiga
  6. Tidak bisa memasak
  7. Cantik hanya kalau kondangan
  8. Enggan mengurus anak
  9. Bertingkah seperti tukang kredit
  10. Enggan merawat kecantikan diri

Sudah Siapkah Menikah?

  • Syifa: "Jauh dalam lubuk hati, sebenarnya Uni itu belum siap nikah kan?"
  • Laila: "Hah? Kenapa bisa berpikir begitu? Coba kasih bukti2nya."
  • Syifa: "Keluarga seperti apa yg Uni inginkan?"
  • Laila: (Mikir lama) "Keluarga yang komunikatif dan ekspresif. Katanya bisa kasih bukti. Kenapa malah kasih pertanyaan?
  • Syifa: "Karena syifa ingin Uni membuktikan sendiri. Pasangan seperti apa yang Uni inginkan?"
  • Laila: "Pasangan yang mendukung semua hobi dan mimpi Uni. Pasangan yang supel dan tahu cara menempatkan diri. Pasangan yang melihat Uni setara dengannya."
  • Syifa: "Nah, sekarang untuk mendapatkan keluarga dan pasangan seperti itu, apa yang akan Uni berikan pada keluarganya? Berapa banyak yang rela Uni korbankan?"
  • Laila: (Diam) "Hmm..hmm.."
  • Syifa: "Itulah.Semua perempuan pasti punya daftar pernikahan ideal, keluarga ideal, suami ideal, anak2 ideal, tetapi mereka tidak punya daftar hal-hal yang akan mereka berikan pada mereka. Inikan seperti barter. Ada taking dan giving. Coba lihat mama, bukannya menurut Uni mama berkorban terlalu banyak untuk papa?
  • Laila: "Iya."
  • Syifa: "Itulah seorang perempuan. Mereka harus rela mengorbankan kesenangan pribadi mereka untuk keluarga. Perempuan itu kunci kebahagiaan keluarga."
"Berhati-hatilah dengan pernikahan yang dimulai dengan:

“Habis, bagaimana lagi?”

Sebuah pernikahan sebaiknya tidak dimulai dengan perasaan hutang budi, terlanjur janji, terlanjur salah, tidak ada pilihan lain, yang mau hanya dia, kalau nggak sekarang kapan lagi, dan bentuk keterpaksaan yang sejenisnya.

Putuskanlah pernikahan Anda dengan penuh kasih dan suka cita.

Dan jika karena terpaksa pun, jadilah pasangan hidup yang setulusnya mencintai dan memuliakannya.

Kebaikan adalah hak bagi yang memperbaiki diri."

Mario Teguh (via marioteguh)

Wuiih benar sekali ini!