Sudah Siapkah Menikah?

  • Syifa: "Jauh dalam lubuk hati, sebenarnya Uni itu belum siap nikah kan?"
  • Laila: "Hah? Kenapa bisa berpikir begitu? Coba kasih bukti2nya."
  • Syifa: "Keluarga seperti apa yg Uni inginkan?"
  • Laila: (Mikir lama) "Keluarga yang komunikatif dan ekspresif. Katanya bisa kasih bukti. Kenapa malah kasih pertanyaan?
  • Syifa: "Karena syifa ingin Uni membuktikan sendiri. Pasangan seperti apa yang Uni inginkan?"
  • Laila: "Pasangan yang mendukung semua hobi dan mimpi Uni. Pasangan yang supel dan tahu cara menempatkan diri. Pasangan yang melihat Uni setara dengannya."
  • Syifa: "Nah, sekarang untuk mendapatkan keluarga dan pasangan seperti itu, apa yang akan Uni berikan pada keluarganya? Berapa banyak yang rela Uni korbankan?"
  • Laila: (Diam) "Hmm..hmm.."
  • Syifa: "Itulah.Semua perempuan pasti punya daftar pernikahan ideal, keluarga ideal, suami ideal, anak2 ideal, tetapi mereka tidak punya daftar hal-hal yang akan mereka berikan pada mereka. Inikan seperti barter. Ada taking dan giving. Coba lihat mama, bukannya menurut Uni mama berkorban terlalu banyak untuk papa?
  • Laila: "Iya."
  • Syifa: "Itulah seorang perempuan. Mereka harus rela mengorbankan kesenangan pribadi mereka untuk keluarga. Perempuan itu kunci kebahagiaan keluarga."